Maqam Ibrahim Menjadi Daya Tarik Di Masjidil Haram

Maqam Ibrahim Menjadi Daya Tarik Di Masjidil Haram – Maqam Ibrahim jadi salah satunya titik sebagai magnet buat jemaah haji atau umrah di Masjidil Haram. Berikut narasi dibalik Maqam Ibrahim itu.

Kata Maqam pada Maqam Ibrahim tidak mempunyai makna makam atau tempat penguburan. Maqam Ibrahim merupakan sebongkah batu sisa telapak kaki Nabi Ibrahim. Diatas batu ini, Nabi Ibrahim berdiri serta menempatkan batu pertama pembangunan Kakbah bersama dengan Ismail.

Tempatnya ada didalam Masjidil Haram serta bersisihan dengan Kakbah. Maqam Ibrahim dilindungi dengan rumah kaca berwarna emas. Beberapa sejarawan mengatakan, pada awalnya jejak kaki Nabi Ibrahim di ada didalam Kakbah. Akan tetapi pada jaman Nabi Muhammad SAW beliau memindahkannya beberapa mtr. di samping Kakbah.

Selain itu, Sejarawan Thahir al-Kurdi seperti yang ditulis dalam buku ‘1001 Kenyataan Dahsyat Kota Makkah’ menyimpulkan jika jejak telapak kaki Nabi Ibrahim di Maqam itu semasing mempunyai kedalaman 10 cm serta 9 cm. Ukuran panjangnya yaitu 22 cm serta lebar 11 cm.

Dalam satu hari Umar bin Khattab menanyakan pada Nabi Muhammad, ” Bagaimana bila kita buat jadi tempat ini menjadi tempat salat? “

Lalu turun firman Allah SWT dalam Surat Al-Baqarah ayat 125 seperti berikut.
” Serta jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim menjadi tempat salat “

Maqam Ibrahim mempunyai keutamaan yaitu jadi tempat salat Sunnah sesudah jemaah menunaikan Tawaf tujuh putaran serta sebelum menuju bukit Safa serta Marwah. Salat dikerjakan pas di belakang Maqam Ibrahim.

Tempat ini dipercaya menjadi salah satunya tempat mustajab untuk memanjatkan doa pada Allah SWT. Tidak hanya itu, disini juga beberapa jemaah haji juga merenungkan kembali perjuangan yang dikerjakan Nabi Ibrahim. Karenanya banyak jemaah yang ikhlas antre serta berdesakan agar bisa melakukan salat serta berdoa di Maqam Ibrahim.

Dalam beberapa kisah dijelaskan, di tempat maqam, Nabi Ibrahim berdoa tidak ada henti. Ia meminta supaya Mekah jadikan tempat yang aman dan jadikan keturunannya sosok-sosok yang berbakti kepada-Nya untuk kemaslahatan manusia. Doa itu ada dalam Alquran Surat Al Baqarah ayat 126.

” Ya Tuhan, buat jadi kota ini negeri yang aman serta anugerahilah rejeki pada penduduknya, salah satunya buah-buahan buat mereka yang beriman pada Tuhan, Hari Lalu “