Misi Giggs Untuk Antar MU Ke Eropa

Misi Giggs Untuk Antar MU Ke Eropa

tempatjudi338a.com – Apakah Manchester United masih bisa mengikuti kompetisi Eropa musim depan setelah ditinggal oleh David Moyes? Secara matematis mereka masih berpeluang untuk tampil di Europa League.

Hanya saja, diperlukan hasil optimal dari sisa empat pertandingan dan tim di atas mereka terpeleset. Sebab, “Setan Merah” saat ini masih berada di peringkat ketujuh, sedangkan batas bawah untuk mengikuti Liga Europa musim ini adalah posisi keenam.

MU pun sedikit beruntung karena Manchester City otomatis melepas haknya mengikuti Europa League sebagai pemenang Piala Liga Inggris, lantaran sudah lolos ke Liga Champions. Oleh karena itu satu tiket ke Liga Europa dioper untuk tim peringkat keenam di liga — dan bukan ke Sunderland yang runner-up Piala Liga.

Saat ini MU mengantongi 57 poin dari 34 pertandingan. Tim di atas mereka adalah Totttenham Hotspur (63) dan Everton (69) yang telah bertanding 35 kali.

MU butuh nilai maksimal dari 4 pertandingan terakhirnya untuk finis dengan nilai 69. Artinya, realistisnya rival mereka adalah Tottenham. Namun, apabila Spurs tidak kehilangan poin dari sisa 3 laganya, maka MU dipastikan absen pula di Europa League — dan itu untuk pertama kalinya mereka tidak tampil di kompetisi Eropa sejak musim 1981/1982!

Misi itu kini diemban Ryan Gigss, yang langsung ditunjuk sebagai manajer interim MU setelah David Moyes dipecat kemarin. Pria 40 tahun itu, yang telah diberi label sebagai “the most decorated british footballer ini history”, akan memimpin tim yang sudah dihuninya sejak berumur 14 tahun.

“Saya pikir, kita harus sealami mungkin jika menjadi seorang manajer. Temukan gaya sendiri dan tidak mencoba menjadi orang lain. Masing-masing orang punya karakteristik sendiri-sendiri,” ucapnya kepada The Guardian di bulan Maret.

Mampukah Giggs menjadi manajer yang memang sudah ia damba-dambakan itu, akan ditemukan jawabannya setidaknya sampai empat pekan ke depan. Namun, penemu dia, Sir Alex Ferguson, memiliki keyakinan pada anak buahnya itu.

“Ryan sangat mungkin menjadi manajer karena dia amat bijaksana dan semua tipe pemain menghormatinya,” tulis Sir Alex dalam otobiografi kedua yang diluncurkannya Oktober silam.