Nekat Jadi Kurir Sabu Seorang Tukang Ojek Di Tangkap Polisi

Nekat JadiĀ  Kurir Sabu Seorang Tukang Ojek Di Tangkap Polisi – Unit Reserse Narkoba Polresta Palembang menangkap Riki (31) , seseorang tukang ojek pangkalan. Riki di tangkap berkaitan kepemilikan sabu seberat 1, 5 kg serta seribu butir pil ekstasi.

Jadi tukang ojek, Riki mengakui nekat nyambi jadi kurir sabu karna tergiur gaji besar untuk mengantar sabu pada orang yg tidak dikenalnya. Untuk sekali antar, dia memperoleh gaji Rp 1, 4 juta dari aktor, yang sekarang ini tengah diburu polisi.

” Saya ketahui itu sabu, berani antar karna gajinya besar serta dapat buat nambah keperluan keluarga. Saya ambillah barang dari Kampung Baru serta tidak kenal pemberinya, termasuk juga orang yang juga akan terima barang itu, ” kata Riki waktu launching di Mapolresta Palembang, Selasa (2/1/2018) .

Riki, yang di ketahui adalah warga Kecamatan Alang-Alang Lebar, Kota Palembang, di tangkap Satresnarkoba pada Kamis (8/12) sekitaran jam 16. 00 WIB waktu melintas di Jalan Kolonel H Bastari tanpa ada perlawanan.

Disamping itu, Kapolresta Palembang Kombes Wahyu Bintono HB menyebutkan penangkapan aktor adalah hasil pengembangan dari ada info orang-orang.

” Awalannya kita bisa info dari orang-orang juga akan ada peredaran narkoba type sabu. Sesudah menindaklanjuti, kita berhasil mengamankan seorang berinisial R (Riki) . Waktu dikerjakan kontrol barang bawaan, diketemukan sabu seberat 1, 5 kg, ekstasi seribu butir, serta uang tunai Rp 1, 4 juta dari aktor yang disimpan dalam tas, ” kata Wahyu.

Disebutkan Wahyu, semua barang haram disangka datang dari Aceh serta juga akan diedarkan di Kota Palembang waktu perayaan malam th. baru. Sekarang ini polisi tengah menguber yang memiliki sekalian penerima barang itu.

” Dari hasil info memanglah disangka dari Aceh serta terindikasi juga akan diedarkan waktu malam th. baru tempo hari. Seperti umum, untuk masalah narkoba ini kan memanglah susah tersingkap karna gunakan system komunikasi terputus. Tapi secepat-cepatnya juga akan kita ungkap jaringan ini, ” sambung Wahyu sekalian menyatakan juga akan menindak tegas aktor peredaran narkoba di Kota Palembang.

Atas tindakannya, aktor saat ini mesti mendekam di ruangan tahanan Mapolresta Palembang. Aktor terancam Pasal 116 serta 114 UU Narkotika dengan ancaman pidana mati.