Test Calon Komisioner Bawaslu

Test Calon Komisioner Bawaslu – Komisi II DPR hari ini menyelenggarakan uji kelayakan serta kepatutan (fit and proper test) pada 10 calon komisioner Bawaslu. Salah satunya calon komisioner Bawaslu Syafrida Rachmawaty Rasahan memaparkan pentingnya menaikkan pengawasan Pemilu.

” Peran Bawaslu ada 3, pengawasan, penambahan kerja sama, serta yang palinglah utama ada maksud usaha preventif serta kerja pengawasan, ” kata Syafrida, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (4/4/2017).

Syafrida menyebutkan langkahnya dengan kuatkan pertalian dengan instansi seperti OJK, organisasi penduduk sipil, serta PPATK.

” Kuatkan pertalian dengan instansi OJK, PPATK, organisasi penduduk sipil dalam pengawasan bagian Pemilu yang dapat dijalankan pada kala 2019 kelak, ” papar Syafrida.

Menurut dia, banyak warga yg tidak melaporkan ada masalah dalam penyelenggaraan pemilu dikarenakan takut. Oleh lantaran itu, dia menyebutkan Bawaslu juga bermitra dengan Instansi Perlindungan Saksi.

” Laporan yang masuk sampai kini ada kesamaan takut penduduk melaporkan serta tidak jelas bagaimana langkahnya. Saya berikan memerlukan kerja sama juga dengan perlindungan saksi, ” tangkisnya.

Ia juga menyebutkan Bawaslu mesti jadi pusat data jadi penduduk dapat membuka kabar dengan sistim IT.

” Waktu dapat mempublikasikan hasil kerja kita ke penduduk jadi penduduk dengan enteng dapat membuka kabar apa yang dapat dijalankan Pemilu. Kuatkan data base pelanggaran pemilu berbasiskan IT jadi mereka tak usah datang ke kantor lokasi ini tentunya di daerah yang terjangkau di daerah tadi, ” tukasnya.

Seterusnya, menurutnya membutuhkan penguatan pengawasan yang berkaitan lewat langkah data pemilih jadi tiada lagi pemilih ganda, dan kuatkan Bawaslu dengan menuntaskan sengketa.