Polisi Tembak Seorang Kurir Ganja Akibat Melawan Saat Ditangkap

Polisi Tembak Seorang Kurir Ganja Akibat Melawan Saat Ditangkap – Polrestro Bekasi menembak kaki kurir ganja berinisial AJS dengan kata lain (24) di Ciputat, Tangerang Selatan karna lakukan perlawanan. Sayangnya bandar besar ganja berinisial W sukses lolos dari sergapan polisi.

Kapolrestro Bekasi Kombes Pol Candra Sukma menyebutkan, aksi tegas pada AJS ini berawal waktu petugas memohon tersangka tunjukkan lokasi persembunyian bandar ganja berinisial W pada Senin (28/5/2018) petang. Waktu petugas mendatangi tempat tinggal W, nyatanya yang berkaitan sudah melarikan diri.

” Disana AJS minta diantar ke toilet, namun dia jadi mendorong petugas serta berupaya merebut pistol. Kontak fisik keduanya tidak dapat dijauhi, hingga anggota polisi yang beda bertindak tegas terarah dengan menembak kakinya, ” kata Candra pada wartawan Rabu (30/5/2018).

Candra menjelaskan, bila tidak ditembak, tersangka dapat membahayakan keselamatan orang-orang serta penyidik yang lakukan pengembangan masalah narkoba itu. Dia meneruskan,
terlebih dulu petugas menangkap AJS dimuka Perum Mega Regency, Jalan Raya Serang-Cibarusah, Desa Sukasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Senin, 28 Mei 2018 kemarin.

Penangkapannya berdasar pada info orang-orang, kalau ada seseorang pria yang sering tawarkan ganja di lokasi. Penyidik lalu membuat komunikasi pada AJS dengan berpura-pura akan beli ganja.

Sepanjang 3x buat janji berjumpa, AJS senantiasa membatalkannya. Namun waktu janji ke-4, tersangka menepatinya dengan berjumpa penyidik di lokasi. Bahkan juga, waktu digeledah, penyidik temukan satu bungkus kantong plastik diisi lima bungkus.

Wakapolrestro Bekasi AKBP Luthfie Sulistiawan memberikan, pada penyidik tersangka mengakui masih tetap menaruh ganja di tempat tinggalnya di Perum Mutiara Bekasi Jaya, Desa Sindangmulya, Cibarusah, Kabupaten Bekasi. ” Kami dapatkan karung diisi ganja kering, ” tuturnya.

Menurut dia, karung diisi sebagian paket dengan berat keseluruhan ganja 14 kg itu disembunyikan di kolong tempat tidur. ” AJS bertindak jadi kurir yang peroleh semua ganja dari W lewat komunikasi hp. Sesuai sama arahan W, ganja di ambil tersangka di satu tempat, lantas disimpan di tempat tinggalnya, ” katanya.

Terlebih, telah setahun AJS jadi kurir dengan gaji Rp150. 000 per garis (per ons). Terkecuali mengamankan tersangka, penyidik mengambil alih tanda bukti berbentuk ganja kering 14 kg, sepeda motor Honda Vario B 3870 FJZ, hp merk Xiaomi serta dua alat timbangan. Karena tindakannya tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) Sub Pasal 111 Ayat (2) UU RI No 35/2009 mengenai Narkotika.